Sebelum membeli sepatu roda perhatikan kebutuhan anda
keperuntukannya agar supaya tidak terjadi pemborosan biaya .
Secara umum inline skate dibagi ke dalam enam tipe, di
antaranya:
Aggressive. Tipe aggressive sendiri diperuntukkan bagi yang menyukai
lompatan tinggi, grinding dan penggunaan di skate park.
Urban. Sesuai dengan namanya, inline skates tipe ini banyak
dipakai di perkotaan. Modelnya gabungan dari tipe recreational dan aggressive
skates.
Hockey. Tipe inline skate ini digunakan untuk pertandingan hoki
pada lapangan outdoor dengan permukaan yang halus.
Speed. Jika membutuhkan kecepatan, inline skate tipe speed
merupakan pilihan tepat. Tipe ini disebut juga five-wheelers yang panjang
ekstra wheelbase-nya bisa membuat sepatu roda meluncur lebih cepat.
Slalom. Inline skate tipe ini digunakan untuk meliuk-liuk, namun
agak kurang nyaman untuk jarak jauh.
Selain tipe, skater juga perlu memerhatikan ukuran roda.
Diameter bermacam-macam mulai dari 56-125 mm. Tidak ada salahnya mengetahui
hardness atau kekerasan roda inline skate. Kekerasan roda sangat berpengaruh
terhadap daya cengkeram sepatu roda.
Mungkin masih banyak inline
skater yang belum mengerti menggenai hardness atau kekerasan roda inline skate. Tingkat
kekerasan roda tersebuat disebut Durometer yang biasa ditulis dalam satuan
skala “A”, contoh roda hardness 72A adalah roda yang lembut dan 95A adalah roda
yang sangat keras. Jadi semakin tinggi satuannya semakin keras
roda tersebut.
Kekerasan roda inline skate
sangat berpengaruh terhadap daya cengkeram permukaan
Roda lembut atau empuk
Roda lembut akan memberikn efek mulus minim getaran dan mencengkram lebih baik, namun roda inline skate ini akan terasa lambat dan lebih cepat aus.
Roda lembut akan memberikn efek mulus minim getaran dan mencengkram lebih baik, namun roda inline skate ini akan terasa lambat dan lebih cepat aus.
Roda keras
Roda keras memberikan putaran yang cepat dibanding jenis roda lembut tetapi mereka biasanya lebih licin minim daya cengkeram. Sangat kasar dan bergetar ketika digunakan diaspal.
Roda keras memberikan putaran yang cepat dibanding jenis roda lembut tetapi mereka biasanya lebih licin minim daya cengkeram. Sangat kasar dan bergetar ketika digunakan diaspal.
Pada inline skate rekreasi
umumnya menggunakan hardness antara 80A-84A karena inline skate ini lebih mengutamakan kenyamanan
saat meluncur karena apabila roda terlalu keras tidak begitu nyaman apabila
digunakan jarak jauh dan hardness kisaran 80A-84A cukup baik untuk digunakan
pada outdoor.
pada freestyle slalom hardness 85A sangat disukai karena bukan hanya menghasilkan afek putaran yang cepat, juga mempunyai grip sangat baik.
Sedangkan pada inline skate
aggressive roda yang digunakan roda sangat keras 90A – 95A karena roda dengan tingkat kekerasan ini yang paling
tahan lama dan juga karena memiliki daya cengkram yang paling kecil, roda keras
memungkinkan skater untuk melakukan slide dan grinding trik dengan sangat baik.
Roda yang dimaksudkan bukan
mengenai dimeternya melainkan roda dengan tingkat hardness yang cocok buat
anak-anak agar mendapatkan grip atau daya cengkeram yang baik
Apa hubungannya hardness
dengan anak-anak? Berat badan anak-anak akan mempengaruhi berapa hardness yang
harus dipilih agar anak-anak merasa nyaman dan aman ketika meluncur dengan
sepatu rodanya.
Hardness 80A sangat cocok untuk
berat badan 40 kebawah
Berat badan anak yang cukup
ringan membutuhkan ban yang sedikit lunak. karena tekanan terhadap aspal yang tidak begitu besar,
ban dengan hardness yang terlalu tinggi (terlalu keras) akan terlalu licin
untuk anak-anak.. Tentu ini tidak nyaman dan beresiko kehilangan grip sehingga
resiko terpeleset sangat besar.
Sementara itu, peralatan tambahan yang tak kalah pentingnya
saat bersepatu roda ialah helm dan bantalan untuk pergelangan tangan dan lutut.
Sebagaimana diketahui, tidak mungkin pemain sepatu roda tidak ada yang
terjatuh. Menggunakan helm akan membuat anda merasa nyaman. Begitu pula
pelindung tangan dan lutut yang dapat melindungi bagian tubuh anda mengenai safety saat ber-sepatu roda
inline skating ini memang freestyle yang paling aman dari berbagai jenis
freestyle inline skate lainnya. Resiko cidera yang mengancam memang tidak
terlalu serius.
Mereka yang sudah mahir
berpijak, meluncur dan sudah bisa bagaimana sikap posisi saat jatuh. Namun
sudah bisa begitu bukan berati tidak perlu pengamanan lagi. Untuk yang baru
berlatih dan mencoba mempelajari satu trik baru artinya melakukan hal yang
sebelumnya tidak pernah dilakukan, disinilah resiko jatuh dan cidera sangat
besar.
Protector yang wajib dipakai
saat latihan cukup wrist guard atau pelindung pergelangan tangan, ini
tujuannya lebih untuk menghindari terkilir saat terhembas. Saat kita jatuh
reflek tangan kita akan mencoba menopang badan, kadang benturannya tidak
terlalu keras memang tapi bagaimana bila jatuh berkali-kali dalam satu sesi
latihan ? 10-20 kali jatuh lumayan ngilu juga kan ?
Resiko jatuh saat latihan
memang tidak dapat dihindarkan tapi resiko cidera dapat diminimalisir. Gunakan
wrist guard saat latihan ber-inline skating. Kalau main “aman” terus kapan naik
level-nya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar